Sabtu, 01 Januari 2011

Nokia 5250 Review

Introduction:

The Nokia 5250 is the most budget-friendly smartphone released with the 5xxx branding so far. Without any doubt, this handset is targeting first time smartphone users with its attractive price ($146/€115 without contract), so it doesn't come as a shocking surprise that some compromises were made - for example, it sports a 2.8-inch resistive screen and only 51MB built-in memory, while the lack of some vital features like 3G connection and Wi-Fi can make anyone wonder what's better - to purchase the affordable Nokia 5250 or sacrifice a few more bucks and buy an all-around better low-end smartphone. In all honesty, it's a matter of personal choice, but please read on for our opinion on the matter.

Design:
As can be expected from a handset in this price range, the Nokia 5250's body is made of plastic, but somehow surprisingly it looks reasonably well and feels good in the hand for what it is. Its dimensions (4.09 x 1.93 x 0.55 inches) mean that you can put the Nokia 5250 in your pocket and forget it's there, while the phone feels comfortable to hold in both portrait and landscape mode.

Nokia 5250 Review
Nokia 5250 Review
Nokia 5250 Review
The Nokia 5250's body is made of plastic, but looks reasonably well and feels good in the hand

Nokia 5250 Review


As we mentioned above, the Nokia 5250 has a 2.8-inch resistive screen, which isn't that great, but its 360x640 resolution and 16 million colors mean that you'll get vivid color reproduction and face no problems to distinguish text. However, the Nokia 5250's viewing angles are a bit rubbish and the screen is practically unusable in direct sunlight.

Read More ...

Nokia C5-03 Review


Nokia C5-03 ReviewNokia C5-03 ReviewNokia C5-03 Review

Introduction:


Nokia has had a tough time coming up with a hugely successful high-end device and instead has taken the path to cheaper and more affordable smartphones for the masses. The Nokia C5-03 finds its place at this exact spot as it fits in the mid-range segment of Symbian smartphones. The phone is a close copy of the Nokia C6-01 spec-wise and promises a full connectivity package with 3G on board and free navigation and maps by Ovi. On the negative side, however, the Nokia C5-03 saves on both capacitive screen in favor of resistive and on Symbian^3 in favor of the now officially ancient Symbian^1 aka Symbian S60 5th edition.

The Nokia C5-03 comes with a 2GB microSD card, but you can use cards with up to 16GB of memory. Included in the retail package is also a charger, user guides and one of the shortest microUSB cables we have seen so far.

Design:
The Nokia C5-03 is light on your pocket. And we mean it light as light in money, and light as 93-gram light in weight, which puts it somewhere in the top of our list of flyweight smartphones. The phone comes in a variety of color combinations with black or white choices for the body, which can be then paired with different colors for the bottom part. The variety of looks comes bundled with eco-friendly materials – 80 per cent of the body is recyclable, while half of the packaging is made from recyclable materials.

Nokia C5-03 Review
Nokia C5-03 Review
Nokia C5-03 Review
The Nokia C5-03 comes in a variety of color combinations

Nokia C5-03 Review


One thing you might not notice in the beginning is that around the edges, where the screen meets the casing, seems to be a minimal distance, just enough to collect all sorts of garbage. Apart from this issue, the phone feels a bit like a toy, but still with no moving parts and good build quality for a mid-range device.

And speaking of affordable handsets, the screen is where budget played big and Nokia went with resistive technology. This undeniably ruins some of the fun of the otherwise pretty 3.2-inch screen, which boasts a resolution of 360x640 pixels. We pumped up the brightness to its highest level, but that still did not help much in direct sunlight where legibility suffered seriously.

Read More ...

Selasa, 28 Desember 2010

Google Nexus S vs T-Mobile myTouch 4G

Google Nexus S vs T-Mobile myTouch 4G
Introduction:

With a cornucopia of devices vying for the top spot on T-Mobile's lineup, there are two that stand together all too closely to one another thanks primarily to their larger than life status. One of them is none other than the T-Mobile myTouch 4G which can be argued as the premier and latest HTC built device to wow customers all around. Conversely, Samsung was graced with opportunity of manufacturing the Nexus S which stands prominently as being the sole Android 2.3 Gingerbread powered device on the market. Since they embody all the terrific high-end features you'd expect out of any premier phone out there, it's one difficult decision for any T-Mobile customer thinking about making the plunge for their next handset of choice.

Read more ...

Minggu, 26 Desember 2010

Konsep Tablet Yang Sangat Mirip Ipad Semakin Merambah Pasar

Top of Form

Kinerja Google dalam penjualan produk Ponsel Android Nexus One tidak berjalan begitu baik jika dibandingkan dengan Apple iPhone. Oleh karena itu diam-diam Google mulai memamerkan gambar dan video tentang sebuah produk Tablet OS Chrome. Unit ini memiliki banyak fungsi, keuntungan besar yang dimiliki setiap tablet OS Chrome mungkin dapat melampaui kemampuan yang dimiliki iPad
Sementara tablet yang didukung OS Chrome terlihat menyenangkan, ada kemungkinan besar bagi Google untuk melakukan sesuatu yang lebih baik guna meningkatkan pasar tablet, karena tingkat penerimaan pasar tablet akan memberikan umpan balik yang cukup bagus bagi pasar, sementara mereka dapat merealisasikan modelnya untuk menghasilkan disain sebagai produk Final.

Akankah Neofonie WePad Berbasis Android dapat menjadi Saingan berat untuk iPad?
iPad Tablet memulai sebuah tren baru sepanjang tahun 2010. Di sepanjang jalan mulai banyak bermunculan produsen iPad Tablet yang sudah dikenal ataupun yang tidak dikenal dari berbagai asal Negara yang berbeda-beda.
Sebuah pesaing terkemuka, baik dalam tampilan dan fungsinya, menyebut produk mereka, "WePad", produk yang dibuat oleh produsen Jerman yang memberikan janji-janji berupa, "konektivitas Internet yang cepat dengan beberapa aplikasi yang mudah digunakan dan akses mudah ke buku-buku dan foto. Prosesor intinya digadang-gadang sebesar 1.66 GHz intel prosesor Atom N450, tampilan layar 11,6 inchi (1366x768 mm) yang digabungkan dengan built-in webcam, dengan modem WWAN, dua soket USB, pembaca kartu flash (flash card reader), grafis beresolusi tinggi dan baterai yang bisa bertahan enam jam tanpa bermain flash.

Menjadi pemasok kontraktor untuk tablet Baru dari Google mungkin adalah sebuah rumor belaka, karena model ini juga didasarkan pada sistem operasi Googles Android. Oleh karena itu, WePad juga didukung dengan AppStore dan dukungan Google Android yang multi-fungsi. Unit ini jelas hadir dengan fitur-fitur canggih dan tampil sebagus iPad.

JooJoo Tablet

Fusion Garage, sebuah perusahaan dari Singapura telah menyiapkan unit produknya (JooJoo Tablet) dan sudah mulai mendistribusikannya dari pabrik mereka.

Tablet JooJoo dibandrol dengan harga 500-an Dolar Amerika, dan dijalankan oleh sebuah sistem operasi khusus yang dibangun oleh Perusahaan Fusion Garage dan terpasang langsung ke layar homepage (awal) tepat di bawah sembilan detik. Perangkat ini dilengkapi dengan akses Wi-Fi tetapi tidak ada konektivitas 3G. Prosesor inti menggunakan Intel Atom 1,6 Ghz. Badan perangkat ini sendiri tipis dan ringan. Layar 12,1 inchi menawarkan resolusi 1366 x 768. Terdapat juga satu input USB 2.0, satu daya masukan (power), dan beberapa colokan audio/headset. Juga ada eksternal keyboard, mouse, dan headset didukung pula melalui USB dan Bluetooth.

Article Source: http://www.articlesnatch.com

Bottom of Form

Manual Reset Printer HP Officejet K7100

Manual Reset Printer HP Officejet K7100

Manual Reset Printer HP Officejet K7100

Beberapa hari yang lalu Printer HP Officejet K7100 di kantorku mengalami masalah setelah salah satu atau kedua catridge HP Black (96) dan Color (95) di isi ulang atau diganti catridge baru . Tanda blinking catridge kosong yang diganti terus berkedip / blinking sehingga printer tidak bisa digunakan.. Printer type ini memang agak merepotkan dibanding dengan Printer yang dipakai sebelumnya HP Deskjet 1280.

Cara reset printer yang sama tidak bisa digunakan di printer K7100 tergantung kondisi saat penggantian catridge. Setelah beberapa hari dicoba reset printer kadang berhasil kadang kumat lagi, dicoba lagi cara sama tidak berhasil dan mencoba cara lain dan berhasil, akhirnya aku temukan 3 cara agar tanda catridge kosong tidak berkedip lagi dan printer kembali bisa dipergunakan. Cara tersebut adalah sebagai berikut:

Cara 1:

Jika catridge HP no. 96 dan 95 diisi ulang kemudian catridge dipasang biasanya akan muncul tanda blingking yang menunjukkan tinta kosong. Tanda ini terus berkedip/ blinking sehingga printer tidak bisa digunakan atasi hal ini dengan cara:

  1. Tanpa dimatikan, buka tutup printer dan ambil catridge yang baru saja diisi tsb dan bersihkan pin-pin pada catridge dengan penghapus pensil. Lakukan dengan hati-hati kemudian pasang lagi catridge, kemudian tutup kembali printer.
  2. Jika cara ini tidak berhasil ambil dan masukkan kembali catridge tsb sambil di tekan kedalam dan tutup kembali. Biasanya dengan cara ini tanda blinking berhenti. Jika tetap tidak berhasil coba cara 2.

Cara 2. :

Cara 2 biasa digunakan untuk catridge color no 95 karena catridge Black no.96 jika diganti atau diisi ulang jarang sekali mengalami masalah. Jika ada masalah blingking cukup diatasi dengan cara no.1.Tapi untuk catridge color no.95 cara 1 kadang berhasil kadang tidak oleh karena itu digunakan cara 2 yaitu:

  1. Tutup 1 (satu) pin / atau 1 titik dibagian paling atas sebelah kanan * dengan selotip atau kertas label saat susunan pin catridge terlihat seperti huruf M* bukan W jangan sampai pin-pin lain tertutupi. Pasang kembali catridge dan tutup printer tunggu kurang lebih 30 detik.
  2. Buka tutup printer dan ambil kembali catridge tsb, lepas selotip penutup pin kemudian catridge dipasang kembali.dan tunggu sampai tanda catridge tidak berkedip lagi. Biasanya dengan cara ini sudah berhasil, sehingga tidak perlu mencoba cara 3.

Cara 3 :

Ini cara terakhir.

  1. Cabut semua kabel (USB dan Power) tunggu + 1 menit. Kemudian pasang kembali kabel power (USB jangan dipasang).
  2. Hidupkan printer dengan menekan tombol power. Setelah power ON. Buka tutup printer kemudian cabut kembali kabel power dan biarkan selama + 1.5 menit
  3. Tutup kembali printer dan masukkan kembali kabel power printer.
  4. Lampu indicator akan berkedip dan berpindah bergantian, tunggu sampai tidak ada lagi tanda catridge kosong yang berkedip. Pasang kabel USB. Printer siap digunakan.

Cara 3 adalah cara terakhir dan biasanya berhasil jika cara ini tetap saja tidak berhasil ambil CD bawaan atau downloads driver printer HP Officejet K7100 disini. Uninstall dan install kembali driver printer. Jika cara ini tetap tidak berhasil TUKAR CATRIDGE SEPERTI SEBELUMNYA.  Jika tetap tidak bisa  hubungi Customer Service printer HP

Minggu, 19 Desember 2010

Memperbaiki Flashdisk yang Rusak

Bagi anda yang sedang mengalami masalah dengan flashdisk, khususnya kasus flashdisk terdeteksi di Windows namun tidak bisa di format anda bisa menggunakan beberapa cara berikut ini untuk memperbaikinya :

Format flashdisk melalui Linux/LiveCD Linux
Langkah yang harus dilakukan:

  1. Booting komputer menggunakan LiveCD Linux, misal Slax KillBill, Knoppix atau distro lainnya,
  2. Setelah login ke sistem, masukkan flashdisk yang bermasalah tadi ke salah satu port USB. Demi keamanan data, pastikan hanya flashdisk yang bermasalah saja yang terpasang,
  3. Pastikan flashdisk anda terdeteksi, atau setidaknya indikator led nyala,
  4. Masuk ke console
  5. Pada console jalankan cfdisk /dev/sda1 (sesuaikan dengan flashdisk ke berapa yang terpasang),
  6. Delete atau hapus partisi pada flashdisk,
  7. Buat partisi baru dengan memilih Create New | Write,
  8. Simpan perubahan yang baru saja anda lakukan,
  9. Format flashdisk dengan cara mengetikan perintah mkfs.vfat-f32 /dev/sda1 di console.
  10. Flashdisk anda telah memiliki partisi baru, sehingga bisa digunakan kembali baik di Linux maupun di Windows.

Baca Selengkapnya ……

Selasa, 21 September 2010

Cara Memperbaiki Power Supply Unit atau PSU Komputer

Power Supply Unit (PSU) Komputer merupakan sumber tenaga utama yang menyediakan tegangan + 12V, -12V, + 5V, -5V, dan sinyal POR (Power On Reset) untuk mengaktifkan motherboard. Daya maksimum yang dapat di konsumsi oleh power supply ini sekitar 200 watt dengan tegangan masuk sebesar 220 V AC dari PLN. Dengan efisiensi yang sangat tinggi power supply dengan daya sekitar 200 watt dapat menyediakan tegangan sebesar + 5V dengan arus sekitar 15 - 20 A untuk keperluan motherboard, disk drive, hard disk, fan prosessor, CD-Rom Drive dan card-card yang dimaksudkan pada slot motherboard.   
Bila beban power supply berlebihan, maka komputer tidak dapat menyala atau bisa berjalan tetapi tidak normal terutama pada saat kelistrikan yang di butuhkan meningkat sampai limit. Kerusakan yang sering terjadi ialah akibat beban berlebihan, tegangan masuk yang tidak stabil, sistem ground yang tidak baik, dan sebab-sebab lain. Gangguan paling fatal untuk untuk power supply adalah bila tidak mengeluarkan tegangan sama sekali, walaupun sudah di beri tegangan masuk sesuai dengan kebutuhan. Cara praktis untuk memperbaiki power supply komputer dapat di lakukan sebagai berikut :

[1]. Lepaskan kotak power supply dari cassing agar memudahkan memeriksa rangkaian elektronik dan lepaskan seluruh kabel dari alat-alat lain. Bukalah kotak power supply sambil memeriksa fisik komponen elektronik, barangkali ada yang terbakar dapat diketahui.

[2]. Periksalah FUSE pada masukkan AC 220V dari sumber listrik luar, lepaskan FUSE tersebut dari soketnya dan ukur hubungan kawat pengamannya dengan ohm-meter pada posisi X1. Jarum ohm-meter harus menunjukkan nilai sekitar 0 ohm, yang berarti FUSE tersebut masih baik. Jika ohm-meter menunjukkan angka yang tak terhingga, berarti FUSE sudah putus, harus diganti baru. Jangan melakukan sambungan kawat pada FUSE yang sudah putus, karena batas arus lelehnya mungkin akan menjadi lebih besar sehingga dapat menyebabkan kerusakan komponen lain.

[3]. Jika FUSE masih baik atau sudah diganti baru tetapi masih juga tidak dapat mengeluarkan tegangan DC, maka lanjutkan dengan memeriksa transistor power switching 2SC3039 (dua buah) yang bertugas sebagai kendali catu daya secara PWM. Lepaskan dua transisitor 2SC3039 tersebut dari PCB dan lakukan pemeriksaan kondisi masing-masing dengan multimeter. Bila salah satu transistor rusak untuk menggantinya sebaiknya keduanya diganti dengan transistor baru, agar karakteristiknya terjamin dan simetris, karena ketidakseimbangan karateristik kedua transistor ini akan menyebabkan gangguan stabilitas tegangan DC yang dikeluarkan PSU.

[4]. Lepaskan diode brigde atau empat buah diode perata yang langsung meratakan arus listrik AC pada bagian masukkan, periksalah kondisi diode ini dengan multimeter. Kadang sering terjadi salah satu diode-nya bocor atau hubungan singkat, sehingga arus listrik AC ikut masuk ke rangkaian switching dan melumpuhkan power supply secara keseluruhan transistor power akan ikut rusak, terbakar. Bahkan jika tingkat kebocoran diode ini ini sangat besar, maka trafo switching akan meleleh, kawatnya terkelupas, dan terhubung singkat, kerusakan ini yang paling fatal.

[5]. Periksa juga transistor pembangkit pulsa "power on reset", juga kapasisitor dan resistor yang terdapat pada rangkaian basis transistor tersebut. Jika rangkaian transistor ini bekerja dengan baik, maka seluruh hasil regulasi tegangan DC akan di reset oleh pembangkit PWM dan akibatnya power supply tidak mengeluarkan DC sama sekali. Gantilah transistor baru jika dari pengetesan transistor POR ini ternyata rusak. Begitu juga apabila kapasitor di test akan kering, nilainya berubah, maka harus di ganti baru dengan nilai yang persis sama dengan sebelumnya.

[6]. Karena PSU komputer umumnya bekerja dengan temperatur yang lebih tinggi dari suhu ruangan, maka ada kemungkinan karena panas yang berlebihan dapat menyebabkan solderan kaki-kaki komponen atau kabel-kabel ada yang terlepas. Periksalah seluruh solderan pada PCB Power Supply, lebih bagus lagi pastikan hubungannya di perbaiki dengan jalan di solder ulang dengan timah yang lebih lunak (encer, flux 60/40). Sehingga hubungan kabel atau kaki komponen yang mungkin longgar dapat di jamin bersambung kembali dan umumnya power supply akan dapat bekerja normal kembali.

[7]. Komponen aktif yang pengetesannya tidak dapat di lakukan dengan multimeter adalah ICTL494 yang bertugas sebagai pembangkit PWM untuk mengendalikan transistor power switching bekerja. IC ini hanya di test dengan membandingkan terhadap IC yang normal pada power supply yang lain yang sejenis. Pergunakan soket IC yang dicurigai rusak dengan IC pembanding yang masih bagus.

[8]. Bila proses pemeriksaan dan pergantian komponen yang rusak sudah dilakukan secara keseluruhan, maka cobalah power supply dihidupkan dengan memasang beban berupa disk drine saja. Periksalah apakah kipasnya berputar, ukur tegangan kabel yang berwarna kuning (+12), merah (+5), biru (-5), biru (-12), orange (POR) terhadap kabel warna hitam (ground). Bila parameter tegangan pada kabel-kabel tersebut sudah benar, matikan power supply dan gantilah bebannya dengan motherboard atau beban lengkap seperti semula, cobalah sekali lagi.